0

Lamunan Senja Sang Wanita Bodoh (Part 1)

Posted on Kamis, 12 Februari 2015

Sungguh, aku hanyalah sosok wanita yang bodoh, bahkan sangat bodoh jika kau merasakan berada diposisiku. Bagaimana tidak, aku terperangkap dalam permainan cinta yang kubuat sendiri. Aku sungguh takut untuk melanjutkan perasaan ini. Dari awal kisah ini ada, aku tak pernah berfikiran untuk memiliki perasaan ini, perasaan yang sebenarnya tak pernah kuharapkan untuk ada, perasaan yang seharusnya telah kubuang jauh-jauh.

Aku tak ingin ada sesuatu yang berubah ketika kita saling menatap, aku tak ingin ada sesuatu yang mengganjal ketika kita saling berbicara, aku tak ingin ada sesuatu yang berbeda ketika kita sedang bersama dan tertawa lepas, aku tak ingin persahabatan ini hancur hanya karena perasaan bodohku ini. Aku hanya ingin tetap berada disampingmu, melihat kilauan mata indahmu, melihat senyuman manis dibibirmu, melihat tawamu yang lepas karenaku, dan merasakan tekstur lembut kulitmu.

Baca selengkapnya »

0

Pertemuan hanya untaian kata selamat tinggal yang belum terucapkan

Posted on Jumat, 18 Juli 2014

Kamu memberiku perhatian lagi, tapi tetap tak memberiku kepastian. Jika sudah begini, siapa yang salah? tetap aku? memang selalu aku yang harus mengalah.
Selama ini, saat aku sudah tak lagi bersamamu, aku lupa apa itu cinta, aku lupa rasanya bahagia,
aku selalu merasakan perasaan sakit yang kubuat sendiri, Aku benci harus kehilanganmu saat aku benar-benar membutuhkanmu, Aku sudah hampir terbiasa dengan perlakuanmu yang sering tak menganggapku ada, namun sekali lagi, kau memberiku harapan itu kembali...

Berbagai macam cara telah aku lakukan untuk membunuh perasaan ini, perasaan yang membuatku amat bahagia, namun juga menimbulkan luka. Kau tau? ya itu cinta.
Perpisahan selalu hadir disaat kita belum siap untuk kehilangan seseorang, saat kita masih sangat mencintai seseorang, dan saat kita masih membutuhkan orang itu dalam segala hal. Sangat sulit untuk menerima perpisahan itu, salah satu kenyataan terburuknya adalah, kita harus merelakan orang yang kita sayangi dengan ataupun tanpa alasan.

Baca selengkapnya »

0

I Love U So Damn Fucking Much! :'(

Posted on Selasa, 24 Juni 2014

Ada suatu masa dimana kita merasa tertarik saat melihat seseorang, lalu dari rasa tertarik itu muncul sebuah rasa yang membahagiakan. Kemudian, perasaan2 itu membawa kita pada keterikatan...
Membawa kita pada suatu hubungan dimana kebaikan dan keburukan dinomor dua kan, yang terpenting adalah dia yang selalu ada dan memberi warna pada kanvas kehidupan kita. 

Perasaan yang awalnya biasa saja itupun semakin dalam, semakin mengikat diantara kedua pihak. Namun, ada sebuah perasaan yang berbeda, perasaan yang tidak mengenakan, dimana salah satu pihak itu berubah tak seperti awalnya.

"Kau berubah saat aku benar2 menyayangimu"

Baca selengkapnya »

1

Untuk kamu.... Elektronika

Posted on Senin, 23 Juni 2014

Matahari mulai memancarkan pesonanya, suara bel berkumandang, dan pengawaspun datang.
Dengan sekejap kursi-kursi dipenuhi penghuninya...
Manusia-manusia hebat menunggu kertas soal yang sedang dibagikan.

Seketika, rasa panik mulai menggelitik. Ada segelintir keringat yang menetes...
Sungguh hebat! Bagaimana bisa kertas yang sesederhana ini mampu menguras otak begitu dalam.
Kami yang tak kenal menyerah saja bisa terombang-ambing karenanya...
Apakah kami memang tak pantas untuk pintar? ataukah memang kertas-kertas ini punya suatu keajaiban?
Aku sungguh tak mengerti... Bagaimana bisa?

Baca selengkapnya »

0

Mungkinkah kau membaca ini?

Posted on Sabtu, 14 Juni 2014

untuk orang yang tak mungkin pernah membaca tulisan ini,

ku tau kau tak akan pernah membaca ini, melihat sekejap matapun tidak, apalagi membaca sampai akhir paragraf. mungkin aku telah membuatmu lelah, karena terus mengundangmu kembali ke otakku. tak ada rincian mengapa aku harus membiarkan jemari ini kembali menuliskan semua hal tentangmu. aku hanya ingin mengalirkan isi hatiku lewat jemariku ini. walaupun sekali lagi aku tegaskan, kau tak akan mungkin pernah membacanya...

hatiku berkecambuk karena setiap hariku hanya diisi oleh segelintir pembicaraan kecil kita. dimana kamu hanya sebentar memerlukan aku di harimu. sementara aku, selalu mencari cara agar kita bisa berbicara lepas. aku layaknya pemain figuran, yang hanya menerka-nerka apa yang kamu lakukan, dan tak berhak meminta lebih, meskipun hati ini bergejolak untuk meminta lebih. posisiku hanya sekedar teman sekelas yang hanya bisa melihatmu, tanpa bisa menggapaimu.

Baca selengkapnya »

0

Ada, namun seperti tiada

hari-hari terus berlalu tanpa sedikitpun kau menegaskan keberadaanku, aku selalu tampak kasat mata dalam hari-harimu. sulit bagiku untuk menjadi sesuatu yang kau inginkan, menjadi sesuatu yang menarik perhatianmu, menjadi sesuatu yang kau perjuangkan. disaat aku ingin menjadi satu-satunya titik yang kau pandang lekat-lekat, kenyataan menjawabnya dengan begitu pahit yang teramat pekat.
keberadaanku yang mungkin tak terlihat, atau memang kamu yang enggan menoleh lalu sadar?

aku yakin perhatianku padamu berbeda dengan gadis-gadis lainnya, tapi mengapa kau menganggapku sama, dan melihatku dengan tatapan yang sama. harus sejauh mana aku menyadarkanmu, harus sejauh mana aku menyantuh hatimu, agar kau tak cepat-cepat berlalu dari sisiku. kukira mencintai lewat mimpi tak akan pernah se-nyata ini, kecuali padamu.

ketika aku sudah jatuh terlalu dalam, ketika aku sudah terlanjur cinta, rasa ini harus ku bawa kemana?
setelah sekian lama, jalan menuju hatimu saja tak pernah ku temui.
kamu terlalu jauh untuk ku gapai, atau memang kedekatan kita tak pernah kau inginkan?
sebab telah berulang kali aku menunjukkan diri, namun kamu tak pernah menyadari aku selalu ada.
mungkin, terlalu sulit bagimu untuk menaruh peduli padaku. sedangkan aku dengan mudahnya menaruh hati padamu.

Baca selengkapnya »

0

Aku tau, bukan aku yang ada di balik senyum itu

ku kira, aku telah berhasil melupakan segala macam tentang mu.
ku kira, aku siap membuka hatiku untuk orang yang baru.
ku kira, perasaan ini telah mati.
tetapi, itu hanya perkiraanku...

kenyataannya, memang tak mudah untuk menghapusmu, tak mudah untuk mematikan perasaan pada seseorang yang kita temui terus menerus.
karena perjuangan yang ku lakukan untukmu terus berlanjut, tanpa bisa aku kendalikan.
Kamu telah menjadi bagian dari rangkaian hari-hariku, hampir setiap hari aku melihatmu.
namun, perubahan pada dirimu yang drastis membuat keadaan begitu berbeda, aku sangat sulit untuk menerima bahwa "kita" sudah kembali menjadi "aku" dan "kamu"

Baca selengkapnya »