Mengenang Melalui Hujan
Posted on Jumat, 11 Maret 2016
Melalui hujan, langit telah memberi kesempatan untuk mengenang...
tepatnya, mengenang KAMU.
Sebagian dari mereka saling berlomba masuk ke otak, membawa seluruh ingatan kembali. Dan sebagian lainnya memaksa hati untuk masuk ke dalam rongga kehampaan.
Bodoh, mengapa aku tetap saja tak dapat mengalihkan semua pikiran dan perasaan ini? Mengapa aku selalu merasa kurang? Mengapa aku selalu merasa kacau? Selalu ada yang tak beres semenjak kepergianmu itu.
Semua seolah kembali pada masa itu.....
Ya, tentu saja... Masa saat aku mengenalmu. Masa saat aku tak sadar bahwa ada cinta yang kamu berikan. Masa saat aku terlambat mencintaimu, saat kamu telah terlanjur pergi menyisakan sedikit cinta, tanpa rasa dan kata.
Sore ini aku basah kuyup oleh rindu, kedinginan dengan keputus-asaan, sama seperti langit sore ini. Awan kelabu mengiringiku masuk kedalam kesakitan yang kubuat sendiri. Awalnya, aku tersenyum saat hujan mengijinkanku untuk mengenangmu dengan terpaan angin lembut. Namun, aku meneteskan air mata saat merasakan luka yang tak kunjung kering ini.

