Kelak, kamu pasti memiliki wanita yang akan mendampingimu dan menemanimu dihari tuamu nanti. Tiba-tiba saja segelintir bayangan itu muncul di otakku. Bayangan tentang hari dimana aku melihat senyum yang selalu kau berikan padaku, tetapi kali ini kau berikan pada gadis itu. Kau pun juga memberikan tatapan matamu yang tak pernah ku lihat sebelumnya disetiap kau menatapku, ya aku tau, itu adalah tatapan memuja. Ketika kulihat kau menatap gadis itu hatiku terasa begitu hancur, begitu rusak seakan runtuh menjadi serpihan kecil. Sungguh sesak... Sakit... Sangat sakit...
Waktu terasa berjalan begitu lambat, gadis itu memberikan senyumnya padamu, wajahmu yang putih itu seakan memerah, dan sekarang aku paham... Kamu mencintai gadis itu... Gadis yang masih tampak buram dalam bayanganku. Aku mulai tersadar dari segelintir bayangan bodoh itu, dan aku kembali berusaha agar aku tak meneteskan air mataku didepanmu, aku berusaha untuk terlihat biasa saja. Meskipun aku tak bisa berbohong bahwa hatiku mulai remuk.
Baca selengkapnya »