Ada, namun seperti tiada
Posted on Sabtu, 14 Juni 2014
hari-hari terus berlalu tanpa sedikitpun kau menegaskan keberadaanku, aku selalu tampak kasat mata dalam hari-harimu. sulit bagiku untuk menjadi sesuatu yang kau inginkan, menjadi sesuatu yang menarik perhatianmu, menjadi sesuatu yang kau perjuangkan. disaat aku ingin menjadi satu-satunya titik yang kau pandang lekat-lekat, kenyataan menjawabnya dengan begitu pahit yang teramat pekat.
keberadaanku yang mungkin tak terlihat, atau memang kamu yang enggan menoleh lalu sadar?
aku yakin perhatianku padamu berbeda dengan gadis-gadis lainnya, tapi mengapa kau menganggapku sama, dan melihatku dengan tatapan yang sama. harus sejauh mana aku menyadarkanmu, harus sejauh mana aku menyantuh hatimu, agar kau tak cepat-cepat berlalu dari sisiku. kukira mencintai lewat mimpi tak akan pernah se-nyata ini, kecuali padamu.
ketika aku sudah jatuh terlalu dalam, ketika aku sudah terlanjur cinta, rasa ini harus ku bawa kemana?
setelah sekian lama, jalan menuju hatimu saja tak pernah ku temui.
kamu terlalu jauh untuk ku gapai, atau memang kedekatan kita tak pernah kau inginkan?
sebab telah berulang kali aku menunjukkan diri, namun kamu tak pernah menyadari aku selalu ada.
mungkin, terlalu sulit bagimu untuk menaruh peduli padaku. sedangkan aku dengan mudahnya menaruh hati padamu.
meskipun kamu tak pernah berjalan menuju pintu hatiku, namun aku selalu menunggumu dibalik pintu ini, bisa saja pada suatu kesempatan kamu berteduh sesaat didepan pintu ini, mengetuk dan masuk ke pintu ini, namun bisa juga tidak. barangkali di waktu yang akan datang kamu bisa mendengarku, bisa melihat keberadaanku, atau barangkali sebelum semua itu terjadi, rasa yang ada justru telah pergi.
kamu seperti terlahir hanya untuk kucintai, tanpa pernah aku miliki. dekat namun tak terjangkau, terasa namun tak tergenggam, ada tapi seperti tiada.
semoga di suatu hari yang entah kapan itu kamu akan tau bahwa aku pernah sebegitu ingin untuk diinginkan,
sebegitu ingin untuk terlihat,
dan sebegitu ingin untuk didengar.
semoga pada saat itu, segala sesuatunya belum terlambat.


Discussion