Mungkinkah kau membaca ini?
Posted on Sabtu, 14 Juni 2014
untuk orang yang tak mungkin pernah membaca tulisan ini,
ku tau kau tak akan pernah membaca ini, melihat sekejap matapun tidak, apalagi membaca sampai akhir paragraf. mungkin aku telah membuatmu lelah, karena terus mengundangmu kembali ke otakku. tak ada rincian mengapa aku harus membiarkan jemari ini kembali menuliskan semua hal tentangmu. aku hanya ingin mengalirkan isi hatiku lewat jemariku ini. walaupun sekali lagi aku tegaskan, kau tak akan mungkin pernah membacanya...
hatiku berkecambuk karena setiap hariku hanya diisi oleh segelintir pembicaraan kecil kita. dimana kamu hanya sebentar memerlukan aku di harimu. sementara aku, selalu mencari cara agar kita bisa berbicara lepas. aku layaknya pemain figuran, yang hanya menerka-nerka apa yang kamu lakukan, dan tak berhak meminta lebih, meskipun hati ini bergejolak untuk meminta lebih. posisiku hanya sekedar teman sekelas yang hanya bisa melihatmu, tanpa bisa menggapaimu.
seringkali aku ingin melepas semua ini, tetapi aku rasa jeratan cinta itu masih terlalu kuat. namun ini sangat sulit, dimana hanya satu orang yang berjuang demi satu orang yang lainnya. hanya ada aku yang begitu lelah menahan beban ini sendirian, hanya untuk sesuatu yang harusnya kulepaskan. sekali lagi, jeratan itu masih terlalu kuat sehingga aku masih mampu untuk menunggu dan bertahan.
kamu adalah aktor utama dalam setiap hariku, dimana hanya kamu yang ku tunggu-tunggu kemunculannya. jika aku dapat meminta, bolehkah aku menyayangimu? bolehkah aku mencintaimu? bolehkah aku memperlakukanmu lebih dari sekedar temanku?
ada gemerisik rindu yang berteriak sangat keras dalam hati ini untuk selalu menemuimu, merasakan sinar matamu dan hangatnya didekatmu. walaupun kamu tak tergapai, tapi aku bisa merasakanmu dalam doaku.
aku tidak mengerti kau mempunyai sihir apa sampai kau bisa membuatku begitu menyukai kehadiranmu. bagaimana mungkin cara sederhana bisa membuatku jatuh hati? aku tak mau semua ini hanya menjadi mimpi bagiku, aku tak bisa memaksamu mengendap-endap masuk ke dunia nyataku.
cinta tak selalu ada karena perkenalan yang lama, cinta bisa kapan saja, cinta bisa dimana saja, tanpa mengenal adanya jarak dan waktu.


Discussion