0

KOMBUNA is a new way to enjoy coffee

Posted on Rabu, 10 Desember 2025

KOMBUNA is a new way to enjoy coffee.
lighter, fresher, and naturally refreshing.

Namanya berasal dari gabungan Kombu (kombucha) dan Buna (coffee in Ethiopia Language), menggambarkan perpaduan natural fermentation dan authentic coffee heritage dimana Ethiopia adalah tempat ditemukannya kopi secara histori.

Dikembangkan melalui proses filtered coffee manual brew dan controlled fermentation dengan bantuan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast), lalu di filter kembali setelah 14 hari.

KOMBUNA menghadirkan karakter minuman yang Perfectly balanced, Rich taste, and Naturally refreshing.

KOMBUNA adalah pilihan kopi modern yang unique dan easy to enjoy, untuk pengalaman minum kopi yang berbeda dan tak terlupakan.



0

Something I've Never Felt Before

Posted on Senin, 24 September 2018

Sulit untuk menolak jatuh cinta kepada dirimu. Karena senyummu sehangat Espresso di pagi hariku, karna indahnya tawamu secantik Latte Art di siang hariku, karena kecupmu semanis Hot Chocolate di sore hariku, dan hangatnya napasmu yang berembus di dekat tengkuk leherku adalah kebahagiaan nyata yang sepenuhnya aku tunggu.

Namun, kesetiaanku yang selalu menunggumu, mungkin belum mampu membuatmu untuk tetap tinggal. Hari ini kau di sini, besok kauakan ke sana dan ke mari. Hari ini kau bersamaku, besok entah dengan siapa, aku bahkan tidak tahu. Kau sengaja simpan jutaan teka-teki yang tidak bisa aku pecahkan, membiarkan aku terus menebak-nebak, membiarkan aku terus berharap, membiarkan aku berdiam dalam muak.

Tidak mungkin kau tak tahu bahwa aku mencintaimu. Tidak mungkin kau tidak menyadari, saat begitu ringan kauangkat tubuhku, menyandarkanku dengan sengaja di dinding, menciumiku dengan bibir lembutmu, dan kau tatap begitu dalam mataku, lalu waktu terhenti di situ. Tidak mungkin kau tidak melihat cinta di mataku. Tidak mungkin kau tak menyadari, perempuan ini hanya padamu memberi hati. Tidak mungkin kamu tidak mengerti, ada aku yang menunggu di sini.

Baca selengkapnya »

0

Tidakkah kau ingin datang dan membawaku pulang?

Posted on Rabu, 20 April 2016

Pernahkah kamu berpikir tentang cinta yang kamu khianati?
Pernahkah kamu berpikir tentang cinta yang kamu dustakan?
Pernahkah kamu berpikir tentang cinta yang kamu tinggalkan?
Adakah sedikit saja perasaan bersalah dibenakmu? Tentu saja, jawabannya pasti tidak.

Selalu saja malamku kuisi dengan kenangan dan ingatan tentang kita. Bodoh memang, tapi aku sangat rindu. Namun aku harus menerima kenyataan jika kamu memang benar-benar telah pergi. Tapi mengapa aku tetap saja memperjuangkanmu? Jangan tanyakan padaku mengapa, aku benar-benar tidak paham mengapa aku masih bisa mencintaimu dengan banyak jarum dan pisau yang tertancap dihati ini.

Ketika suaramu mulai terngiang di kepalaku, berjuta-juta perasaan rindu datang disaat yang bersamaan. Rindu yang selalu kudiamkan, dan tidak benar-benar aku ungkapkan. Mungkin aku terlalu sibuk, terlalu disibukkan dalam sebuah penantian hingga pada akhirnya hanya tersisa air mata. Apa kau perduli? Tentu tidak, kau tidak pernah memperdulikanku sedalam aku memperdulikanmu.

Baca selengkapnya »

0

Mengenang Melalui Hujan

Posted on Jumat, 11 Maret 2016

Melalui hujan, langit telah memberi kesempatan untuk mengenang...
tepatnya, mengenang KAMU.

Sebagian dari mereka saling berlomba masuk ke otak, membawa seluruh ingatan kembali. Dan sebagian lainnya memaksa hati untuk masuk ke dalam rongga kehampaan.

Bodoh, mengapa aku tetap saja tak dapat mengalihkan semua pikiran dan perasaan ini? Mengapa aku selalu merasa kurang? Mengapa aku selalu merasa kacau? Selalu ada yang tak beres semenjak kepergianmu itu.

Semua seolah kembali pada masa itu.....
Ya, tentu saja... Masa saat aku mengenalmu. Masa saat aku tak sadar bahwa ada cinta yang kamu berikan. Masa saat aku terlambat mencintaimu, saat kamu telah terlanjur pergi menyisakan sedikit cinta, tanpa rasa dan kata.

Sore ini aku basah kuyup oleh rindu, kedinginan dengan keputus-asaan, sama seperti langit sore ini. Awan kelabu mengiringiku masuk kedalam kesakitan yang kubuat sendiri. Awalnya, aku tersenyum saat hujan mengijinkanku untuk mengenangmu dengan terpaan angin lembut. Namun, aku meneteskan air mata saat merasakan luka yang tak kunjung kering ini.

Baca selengkapnya »

0

Lamunan Senja Sang Wanita Bodoh (Part 2)

Posted on Kamis, 12 Februari 2015

Kelak, kamu pasti memiliki wanita yang akan mendampingimu dan menemanimu dihari tuamu nanti. Tiba-tiba saja segelintir bayangan itu muncul di otakku. Bayangan tentang hari dimana aku melihat senyum yang selalu kau berikan padaku, tetapi kali ini kau berikan pada gadis itu. Kau pun juga memberikan tatapan matamu yang tak pernah ku lihat sebelumnya disetiap kau menatapku, ya aku tau, itu adalah tatapan memuja. Ketika kulihat kau menatap gadis itu hatiku terasa begitu hancur, begitu rusak seakan runtuh menjadi serpihan kecil. Sungguh sesak... Sakit... Sangat sakit...

Waktu terasa berjalan begitu lambat, gadis itu memberikan senyumnya padamu, wajahmu yang putih itu seakan memerah, dan sekarang aku paham... Kamu mencintai gadis itu... Gadis yang masih tampak buram dalam bayanganku. Aku mulai tersadar dari segelintir bayangan bodoh itu, dan aku kembali berusaha agar aku tak meneteskan air mataku didepanmu, aku berusaha untuk terlihat biasa saja. Meskipun aku tak bisa berbohong bahwa hatiku mulai remuk.

Baca selengkapnya »

0

Lamunan Senja Sang Wanita Bodoh (Part 1)

Sungguh, aku hanyalah sosok wanita yang bodoh, bahkan sangat bodoh jika kau merasakan berada diposisiku. Bagaimana tidak, aku terperangkap dalam permainan cinta yang kubuat sendiri. Aku sungguh takut untuk melanjutkan perasaan ini. Dari awal kisah ini ada, aku tak pernah berfikiran untuk memiliki perasaan ini, perasaan yang sebenarnya tak pernah kuharapkan untuk ada, perasaan yang seharusnya telah kubuang jauh-jauh.

Aku tak ingin ada sesuatu yang berubah ketika kita saling menatap, aku tak ingin ada sesuatu yang mengganjal ketika kita saling berbicara, aku tak ingin ada sesuatu yang berbeda ketika kita sedang bersama dan tertawa lepas, aku tak ingin persahabatan ini hancur hanya karena perasaan bodohku ini. Aku hanya ingin tetap berada disampingmu, melihat kilauan mata indahmu, melihat senyuman manis dibibirmu, melihat tawamu yang lepas karenaku, dan merasakan tekstur lembut kulitmu.

Baca selengkapnya »

0

Pertemuan hanya untaian kata selamat tinggal yang belum terucapkan

Posted on Jumat, 18 Juli 2014

Kamu memberiku perhatian lagi, tapi tetap tak memberiku kepastian. Jika sudah begini, siapa yang salah? tetap aku? memang selalu aku yang harus mengalah.
Selama ini, saat aku sudah tak lagi bersamamu, aku lupa apa itu cinta, aku lupa rasanya bahagia,
aku selalu merasakan perasaan sakit yang kubuat sendiri, Aku benci harus kehilanganmu saat aku benar-benar membutuhkanmu, Aku sudah hampir terbiasa dengan perlakuanmu yang sering tak menganggapku ada, namun sekali lagi, kau memberiku harapan itu kembali...

Berbagai macam cara telah aku lakukan untuk membunuh perasaan ini, perasaan yang membuatku amat bahagia, namun juga menimbulkan luka. Kau tau? ya itu cinta.
Perpisahan selalu hadir disaat kita belum siap untuk kehilangan seseorang, saat kita masih sangat mencintai seseorang, dan saat kita masih membutuhkan orang itu dalam segala hal. Sangat sulit untuk menerima perpisahan itu, salah satu kenyataan terburuknya adalah, kita harus merelakan orang yang kita sayangi dengan ataupun tanpa alasan.

Baca selengkapnya »